“PENILAIAN GURU
TINGKAT KETERCAPAIAN KURIKULUM KIMIA DI SMA NEGERI 4 KOTA JAMBI”
DISUSUN OLEH
KELOMPOK 2
ICE TRIANA /A1C113001
RIMA AGUSTIA UTAMI/A1C1130
ALAN NUARI/RRA1C113001
SUGENG TRIWAHYUDI/RRA1C113014
EFRY MINDAYULA/RRA1C113025
DEA RINA HARTATI/RSA1C113017
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami
panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberi kami rahmat dan karunia-Nya
sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam
semoga terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga,
sahabat, tabi’in, dan segenap umatnya hingga akhir zaman.
Makalah yang kami susun ini berjudul “Penalaran guru terhadap tingkat ketercapaian
kurikulum kimia di SMA“. Makalah ini kami susun dalam
rangka memenuhi tugas kelompok mata kuliah Workshop Pendidikan Kimia.
Pada kesempatan ini,
kami mengucapkan terima kasih kepada:
- Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi Rahmat-Nya dalam pembuatan makalah ini.
- Dosen pengampu mata kuliah Kimia Inti, Dr. Drs. Syamsyurizal M.Si
- Kedua orang tua yang telah memberi motivasi serta doa-doanya.
- Serta teman-teman yang telah memberi bantuan berupa moril maupun materil.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh
dari sempuna. Maka dari itu, kritik dan
saran anda sangat kami nantikan. Terima kasih atas segala partisipasi semua
pihak yang mendukung tersusunnya makalah ini. Atas segala kekurangan dan
kesalahannya kami mohon maaf.
Wassalamu’alaikum Wr.wb
Jambi, 26 april 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kurikulum kimia di SMA dikembangkan
berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional tahun 2006 yang didalam nya
berisi standaar kompetensi dan kompetensi dasar. Mata pelajaran kimia di SMA
mempelajari segala sesuatu tentang zat yang meliputi komposisi, struktur dan
sifat, dinamika dan energitika zat yang melibatkan keterampilaran dan kenalaran. Ada dua hal yang terkait dengan kimia yang
tidak terpisahkan yaitu kimia sebagai produk, temuan ilmuan dan sebagai proses.
Oleh sebab itu pembelajaran kimia dan penilaian hasil belajar kimia harus
memperhatikan karakteristik ilmu kimia sebagai proses dan produk. Mata
pelajaran kimia di SMA mempunyai beberapa tujuan, yaitu membentuk sikap positif
terhadap kimia, memupuk sikap ilmiah, memperoleh pengalaman dengan menerapkan
metode yang telah dilakukan dalam pembelajaran dan diharapkan siswa mampu
memiliki kesadaran tentang terapan kimia dapat bermanfaat juga merugikan dalam
kehidupan. Mata pelajaran kimia di SMA merupakan kelanjutan pembelajaran IPA di
SMP yang menekankan pada penomena alam dan pengukurannya dengan peluasan konsep
abstrak.hasil penilaian belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap,
pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat
digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap sandar
yang telah ditetapkan. Untuk itu di sajikan dalam makalah ini tentang
ketercapaian siswa SMA dalam pembelajaran kimia di SMA.
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana pandangan guru terhadap ketercapaian
kurikulum 2013 di SMA ?
b. Apa kesulitan terbesar guru terhadap ketercapaian
siswa pada kurikulum SMA?
1.3 Tujuan
a. Mengetahui ketercapaian kurikulum pembelajaran
siswa melalui pandangan guru
b. Mengetahui kesulitan terbesar siswa pada
ketercapaan kurikulum SMA
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Kurikuluum
Kurikulum
adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang di berikan oleh
suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pembelajaran yang
akan di berikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
Penyusunan perangkat mata pelajaran ini di sesuaikan dengan keadaan dan
kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut
serta kebuthan lapangan kerja.
Lama
waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sisitem
pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan dalam kegiatan
pembelajaran secara menyeluruh. Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai alat
untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen
pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama
lain dalam rangka mencapai tujuan tersebut.
Fungsi
kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan tidak lain merupakan alat
untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini, alat untuk menempa manusia
diharapkan seseuai dengan tujua yang di harapkan. pendidikan suatu bangsa
dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan negara mempunyai
filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang
di pengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, ideologi, kebudaan,
mauoun kebutuhan negara itu sendiri. Dengan demkian, di negara kita tidak sama
dengan negara-negara lain, untuk itu maka:
1. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan
nasional
2. Kurikulum merupakan program yang harus dilaksanakan
oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, una mencapai tujuan-tujuan
itu
3. Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar
terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan
pendidikan.
Indonesia merupakan suatu negara yang
boleh dikatakan sebagai suatu negara yang telah mengalami beberapa kali revisi
terhadap kurikulum. Revisi tersebut dilakukan dikarenakan beberapa faktor
misalnya seperti, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang
pesat, sehingga membuat kerikulum terdahulumnya mesti direvisi. Pada saat ini
kurikulum yang baru-baru direvisi adalah kurikulum KTSP ke kurikulum 2013. Lalu
pada saat ini bagamana tingkat ketercapaian kurikulum 2013 dan bagaimana
tingkat penilaian guru terhadap tingkat ketercapaian kuriulum 2013 di SMA ?
Penilaian guru terhadap tingkat
ketercapaian kurikulum 2013 di SMA, itulah permasalahan yang akan kami telusuri
lebih lanjut dan apa yang mesti kami lakukan terhadap permasalahan tersebut.
Dengan demikian untuk memperoleh informasi mengenai masalah tersebut
dilakukanlah sebuah survey lapangan dengan mewawancarai langsung salah satu
guru SMA di kota jambi, yaitu guru SMA 4 Kota Jambi lah yang berhasil kami wawancarai.
Berikut hasil wawancara kami terhadap guru SMA 4 Kota Jambi.
1. Apakah guru kimia di SMA 4 menggunakan kurikulum
2013?
Jawaban
: iya semua guru kimia di SMA 4 menerapkan kurikulum 2013
2. Bagaimana pandangan guru terhadap kurikulum 2013 ?
Jawaban
: kurikulum 2013 sebenarnya bagus di terapkan dalam pendidikan pada zaman
sekarang karena dapat menciptakan generasi muda yang dberkualitas dengan skill
yang dapat di terapkan dalam kehidupan
3. Menurut guru kendala terbesar dalam pembelajaran
kimia menggunakan kurikulum 2013?
Jawaban
: kesulitan terbesar nya tergantung dari materi yang akan di ajarkan dalam
pembelajaran. Dan sebagai guru mampu mengatasi dengan menguasai materi
pembelajaran yang akan di ajarkan dan membawa suasana pembelajaran kedalam
kehidupan sehari-hari
4. Menurut guru kesulitan siswa belajar menggunakan
kurikulum 2013?
Jawaban
: kesulitan yang di alami siswa diantara nya adalah
-kurangnya
kemauan siswa membaca buku pelajaran
-kurangnya
respon siswa tehadap apa yang di jelaskan oleh guru
-kurang
nya motivasi siswa
5. bagaimana mengatasi kesulitan yang di alami siswa?
Jawaban: kesulitan yang di alami siswa
dapat di atasi dengan cara guru memotivasi siswa dalam pembelajaran dan guru
dapat memberi kesan postif yang dapat membuat siswa tertarik mengikuti
pembelajaran
6. bagaimana pengaruh siswa terhadap tingkat
ketercapaian dalam pembelajaran kimia?
Jawab
: pengaruh tingkat ketercapaian nya sebenarnya hampir sama dengan kurikulum
yang sebelumnya akan tetapi dikarenankan kurang nya keaktifan siswa dalam
mencari sumber sumber belajar sehingga ketercapaian tujuan yang di capai
semakin lambat
7. aspek yang ditambah atau di perbaiki dan apakah
cocok dengan pembelajaran kimia ?
jawaban
: sebenarnya cocok, kurikulum 2013 bagus di terapkan akan tetapi harus di
dukung dengan sarana sarana yang di sediakan oleh sekolah dan pemerintah.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah
dilakukan menurut guru SMA 4 Kota Jambi, kesulitan terbesar yang dialami oleh
guru adalah tergantung dari materi yang akan di ajarkan dalam pembelajaran dan
sebagai guru mampu mengatasi dengan menguasai materi pembelajaran yang akan di
ajarkan dan membawa suasana pembelajaran kedalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian juga selain itu menurut guru
SMA 4 Kota Jambi kesulitan juga dialami oleh siswa diantara nya adalah
kurangnya kemauan siswa membaca buku pelajaran, kurangnya respon siswa tehadap
apa yang di jelaskan oleh guru, & kurang nya motivasi siswa. Untuk
mengatasi masalah tersebut guru SMA 4 Kota Jambi menyatakan bahwa dengan cara memotivasi siswa,
setiap guru harus “memotivasi siswa dalam pembelajaran dan guru dapat memberi
kesan postif yang dapat membuat siswa tertarik mengikuti pembelajaran, ujar
guru SMA 4 Kota Jambi”.
Setelah melakukan wawancara dengan
guru SMA 4 Kota Jambi, Maka kami pun dapat menarik kesimpulan bahwa sebenarnya
masalah yang dihadapi guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013 di SMA adalah
terletak pada perbedaan kemampuan dan pengetahuan guru, belum semua guru mampu
mengembangkan kegiatan pemblajaran yang dapat mefasilitasi siswa untuk
mengamati fenomena yang terjadi yang berhungan dengan materi pemblajaran
2.2. Solusi Terhadap Permasalahan
Berdasarkan masalah tersebut menurut kami solusi
yang dapat kami munculkan terhadap permasalahn tersebut adalah :
1.2.1. Mengadakan Pertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum
2013
Pertemuan ini mengumpulkan semua
perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi
tahap awal peneraan pola pembelajaran baru dalam sebulan terakhir. Pertemuan
ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru
dengan baik, namun yang lain kesulitan. Sehingga dengan adanya forum ini akan
terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum 2013 di
masing-masing sekolah.
1.2.1. Guru harus memomtivasi siswa
Pada kurikulum 2013, siswa cendrung
harus lebih aktif daripada guru. Kebiasaan siswa pada kurikulum sebelumnya
adalah cendrung tacher centere atau boleh dibilang hana mendengar penjelasan
guru (ceramah) saja dari guru dan sedikit sekali untuk siswa itu ambil andil
dalam kegiatan pembajaran. Sedangkan kegiatan sebaliknya muncul pada kurikulum
2013 dimana pada kurikulum 2013 ini kegiatan student center lah yang harus
dimunculkan. Dengan demikian guru mesti memberikan motivasi kepada siswa agar
dapat aktif sehingga dalam pembelajaran muncul kegiatan yeng tertuju pada
student center.
BAB III
PENUTUP
3. 1.Kesimpulan
Kurikulum adalah
perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang di berikan oleh suatu
lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pembelajaran yang akan
di berikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
Kesulitan terbesar
yang dialami oleh guru adalah tergantung dari materi yang akan di ajarkan dalam
pembelajaran dan sebagai guru mampu mengatasi dengan menguasai materi
pembelajaran yang akan di ajarkan dan membawa suasana pembelajaran kedalam
kehidupan sehari-hari.
Solusi Terhadap
Permasalahan ini adalah Mengadakan Pertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan
kurikulum 2013 dan Guru
harus memomtivasi siswa
menanggapi dari informasi diatas
BalasHapussudah maksimalkah penerapan kurikulum 2013 di SMA tersebut? dan bagaimana menanggapi problem yang ada baik dari siswa maupun guru terhadap kurikulum 2013 tersebut?
Terima kasih kepada saudari Tri,menanggapi pertanyaan dari saudari tri apakah penerapan kurikulum 2013 di SMA 4 sudah maksimal,menurut saya sudah cukup maskimal meskipun ada beberapa hal yang masih menjadi terkendala akan penerapan dari kurikulum tersebut dimana kendalanya ini lebih kepada siswanya yang kurang aktif dan rasa ingin tahunya yang kurang.
Hapuskemudian dalam menanggapi problem yang ada tentu peran dari guru maupun siswa sangatlah penting terutama dalam hal ini problem yang dihadapi ini berasal dari siswanya jadi guru disini harus benar-benar berfikir dan berusaha agar problem yang dihadapi siswa dapat teratasi dan tidak menjadi kendala yang membuat siswa maupun guru enggan menggunakan kurikulum 2013 ini padahal dengan adanya kurikulum 2013 ini sangat lah baik.
kurikulum 2013 adalah kurikulum yang mengutamakan sikap aktif belajar siswa, bagaimana peranan motivasi siswa terhadap kurikulum 2013?
BalasHapusPeranan motivasi siswa tentu sangat penting karena dalam belajar tentang hal apapun siswa harus bisa termotivasi agar ia bisa menggali pengetahuannya lebih dalam lagi apalagi dalam kurikulum 2013 ini,karena pada kurikulum 2013 ini menuntut siswa untuk lebih aktif dan menggali rasa ingin tahu dari siswa tersebut jadi motivasi siswa akan kurikulum 2013 ini sangat penting dan tidak bisa dihiraukan begitu saja.
BalasHapusBagaimana pendapat penyaji tentang hasil wawancara yang telah dilakukan oleh guru SMA 4 Kota Jambi, yang menyatakan bahwa kesulitan terbesar yang dialami oleh guru adalah tergantung dari materi yang akan di ajarkan dalam pembelajaran dan bagaimana cara guru yang tidak mampu mengatasi dengan menguasai materi pembelajaran dengan suasana pembelajaran kedalam kehidupan sehari-hari ?
BalasHapus