Senin, 09 Mei 2016

PENILAIAN GURU TINGKAT KETERCAPAIAN KURIKULUM KIMIA DI SMA NEGERI 4 KOTA JAMBI



PENILAIAN GURU TINGKAT KETERCAPAIAN KURIKULUM KIMIA DI SMA NEGERI 4 KOTA JAMBI”




DISUSUN OLEH
KELOMPOK 2
ICE TRIANA /A1C113001
RIMA AGUSTIA UTAMI/A1C1130
ALAN NUARI/RRA1C113001
SUGENG TRIWAHYUDI/RRA1C113014
EFRY MINDAYULA/RRA1C113025
DEA RINA HARTATI/RSA1C113017








PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016








KATA PENGANTAR

 


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji  syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberi kami rahmat dan karunia-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, tabi’in, dan segenap umatnya hingga akhir zaman.
Makalah yang kami susun ini berjudul “Penalaran guru terhadap tingkat ketercapaian kurikulum kimia di SMA“. Makalah ini kami susun dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata kuliah Workshop Pendidikan Kimia.
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada:
  1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi Rahmat-Nya dalam pembuatan makalah ini.
  2. Dosen pengampu mata kuliah Kimia Inti, Dr. Drs. Syamsyurizal  M.Si
  3. Kedua orang tua yang telah memberi motivasi serta doa-doanya.
  4. Serta teman-teman yang telah memberi bantuan berupa moril maupun materil.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempuna.  Maka dari itu, kritik dan saran anda sangat kami nantikan. Terima kasih atas segala partisipasi semua pihak yang mendukung tersusunnya makalah ini. Atas segala kekurangan dan kesalahannya kami mohon maaf.

Wassalamu’alaikum Wr.wb

Jambi,  26 april 2016

Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN



1.1. Latar Belakang

Kurikulum kimia di SMA dikembangkan berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional tahun 2006 yang didalam nya berisi standaar kompetensi dan kompetensi dasar. Mata pelajaran kimia di SMA mempelajari segala sesuatu tentang zat yang meliputi komposisi, struktur dan sifat, dinamika dan energitika zat yang melibatkan keterampilaran dan kenalaran.  Ada dua hal yang terkait dengan kimia yang tidak terpisahkan yaitu kimia sebagai produk, temuan ilmuan dan sebagai proses. Oleh sebab itu pembelajaran kimia dan penilaian hasil belajar kimia harus memperhatikan karakteristik ilmu kimia sebagai proses dan produk. Mata pelajaran kimia di SMA mempunyai beberapa tujuan, yaitu membentuk sikap positif terhadap kimia, memupuk sikap ilmiah, memperoleh pengalaman dengan menerapkan metode yang telah dilakukan dalam pembelajaran dan diharapkan siswa mampu memiliki kesadaran tentang terapan kimia dapat bermanfaat juga merugikan dalam kehidupan. Mata pelajaran kimia di SMA merupakan kelanjutan pembelajaran IPA di SMP yang menekankan pada penomena alam dan pengukurannya dengan peluasan konsep abstrak.hasil penilaian belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap sandar yang telah ditetapkan. Untuk itu di sajikan dalam makalah ini tentang ketercapaian siswa SMA dalam pembelajaran kimia di SMA.


1.2  Rumusan Masalah
a.       Bagaimana pandangan guru terhadap ketercapaian kurikulum 2013 di SMA ?
b.      Apa kesulitan terbesar guru terhadap ketercapaian siswa pada kurikulum SMA?

1.3  Tujuan
a.       Mengetahui ketercapaian kurikulum pembelajaran siswa melalui pandangan guru
b.      Mengetahui kesulitan terbesar siswa pada ketercapaan kurikulum SMA




BAB II
PEMBAHASAN


2.1.  Pengertian Kurikuluum
            Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang di berikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pembelajaran yang akan di berikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini di sesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebuthan lapangan kerja.
            Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sisitem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh. Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan tersebut.
            Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini, alat untuk menempa manusia diharapkan seseuai dengan tujua yang di harapkan. pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang  di pengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, ideologi, kebudaan, mauoun kebutuhan negara itu sendiri. Dengan demkian, di negara kita tidak sama dengan negara-negara lain, untuk itu maka:
1.      Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional
2.      Kurikulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, una mencapai tujuan-tujuan itu
3.      Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Indonesia merupakan suatu negara yang boleh dikatakan sebagai suatu negara yang telah mengalami beberapa kali revisi terhadap kurikulum. Revisi tersebut dilakukan dikarenakan beberapa faktor misalnya seperti, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, sehingga membuat kerikulum terdahulumnya mesti direvisi. Pada saat ini kurikulum yang baru-baru direvisi adalah kurikulum KTSP ke kurikulum 2013. Lalu pada saat ini bagamana tingkat ketercapaian kurikulum 2013 dan bagaimana tingkat penilaian guru terhadap tingkat ketercapaian kuriulum 2013 di SMA ?
Penilaian guru terhadap tingkat ketercapaian kurikulum 2013 di SMA, itulah permasalahan yang akan kami telusuri lebih lanjut dan apa yang mesti kami lakukan terhadap permasalahan tersebut. Dengan demikian untuk memperoleh informasi mengenai masalah tersebut dilakukanlah sebuah survey lapangan dengan mewawancarai langsung salah satu guru SMA di kota jambi, yaitu guru SMA 4 Kota Jambi lah yang berhasil kami wawancarai. Berikut hasil wawancara kami terhadap guru SMA 4 Kota Jambi.
1.      Apakah guru kimia di SMA 4 menggunakan kurikulum 2013?
Jawaban : iya semua guru kimia di SMA 4 menerapkan kurikulum 2013
2.      Bagaimana pandangan guru terhadap kurikulum 2013 ?
Jawaban : kurikulum 2013 sebenarnya bagus di terapkan dalam pendidikan pada zaman sekarang karena dapat menciptakan generasi muda yang dberkualitas dengan skill yang dapat di terapkan dalam kehidupan
3.      Menurut guru kendala terbesar dalam pembelajaran kimia menggunakan kurikulum 2013?
Jawaban : kesulitan terbesar nya tergantung dari materi yang akan di ajarkan dalam pembelajaran. Dan sebagai guru mampu mengatasi dengan menguasai materi pembelajaran yang akan di ajarkan dan membawa suasana pembelajaran kedalam kehidupan sehari-hari
4.      Menurut guru kesulitan siswa belajar menggunakan kurikulum 2013?
Jawaban : kesulitan yang di alami siswa diantara nya adalah
-kurangnya kemauan siswa membaca buku pelajaran
-kurangnya respon siswa tehadap apa yang di jelaskan oleh guru
-kurang nya motivasi siswa
5.      bagaimana mengatasi kesulitan yang di alami siswa?
       Jawaban: kesulitan yang di alami siswa dapat di atasi dengan cara guru memotivasi siswa dalam pembelajaran dan guru dapat memberi kesan postif yang dapat membuat siswa tertarik mengikuti pembelajaran
6.      bagaimana pengaruh siswa terhadap tingkat ketercapaian dalam pembelajaran kimia?
Jawab : pengaruh tingkat ketercapaian nya sebenarnya hampir sama dengan kurikulum yang sebelumnya akan tetapi dikarenankan kurang nya keaktifan siswa dalam mencari sumber sumber belajar sehingga ketercapaian tujuan yang di capai semakin lambat
7.      aspek yang ditambah atau di perbaiki dan apakah cocok dengan pembelajaran kimia ?
jawaban : sebenarnya cocok, kurikulum 2013 bagus di terapkan akan tetapi harus di dukung dengan sarana sarana yang di sediakan oleh sekolah dan pemerintah.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan menurut guru SMA 4 Kota Jambi, kesulitan terbesar yang dialami oleh guru adalah tergantung dari materi yang akan di ajarkan dalam pembelajaran dan sebagai guru mampu mengatasi dengan menguasai materi pembelajaran yang akan di ajarkan dan membawa suasana pembelajaran kedalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian juga selain itu menurut guru SMA 4 Kota Jambi kesulitan juga dialami oleh siswa diantara nya adalah kurangnya kemauan siswa membaca buku pelajaran, kurangnya respon siswa tehadap apa yang di jelaskan oleh guru, & kurang nya motivasi siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut guru SMA 4 Kota Jambi  menyatakan bahwa dengan cara memotivasi siswa, setiap guru harus “memotivasi siswa dalam pembelajaran dan guru dapat memberi kesan postif yang dapat membuat siswa tertarik mengikuti pembelajaran, ujar guru SMA 4 Kota Jambi”.
Setelah melakukan wawancara dengan guru SMA 4 Kota Jambi, Maka kami pun dapat menarik kesimpulan bahwa sebenarnya masalah yang dihadapi guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013 di SMA adalah terletak pada perbedaan kemampuan dan pengetahuan guru, belum semua guru mampu mengembangkan kegiatan pemblajaran yang dapat mefasilitasi siswa untuk mengamati fenomena yang terjadi yang berhungan dengan materi pemblajaran

2.2.  Solusi Terhadap Permasalahan
Berdasarkan masalah tersebut menurut kami solusi yang dapat kami munculkan terhadap permasalahn tersebut adalah :


1.2.1. Mengadakan Pertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013
Pertemuan ini mengumpulkan semua perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi tahap awal peneraan pola pembelajaran baru dalam sebulan terakhir. Pertemuan ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru dengan baik, namun yang lain kesulitan. Sehingga dengan adanya forum ini akan terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum 2013 di masing-masing sekolah.

1.2.1. Guru harus memomtivasi siswa
Pada kurikulum 2013, siswa cendrung harus lebih aktif daripada guru. Kebiasaan siswa pada kurikulum sebelumnya adalah cendrung tacher centere atau boleh dibilang hana mendengar penjelasan guru (ceramah) saja dari guru dan sedikit sekali untuk siswa itu ambil andil dalam kegiatan pembajaran. Sedangkan kegiatan sebaliknya muncul pada kurikulum 2013 dimana pada kurikulum 2013 ini kegiatan student center lah yang harus dimunculkan. Dengan demikian guru mesti memberikan motivasi kepada siswa agar dapat aktif sehingga dalam pembelajaran muncul kegiatan yeng tertuju pada student center.



BAB III
PENUTUP

3.             1.Kesimpulan
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang di berikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pembelajaran yang akan di berikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
Kesulitan terbesar yang dialami oleh guru adalah tergantung dari materi yang akan di ajarkan dalam pembelajaran dan sebagai guru mampu mengatasi dengan menguasai materi pembelajaran yang akan di ajarkan dan membawa suasana pembelajaran kedalam kehidupan sehari-hari.
Solusi Terhadap Permasalahan ini adalah Mengadakan Pertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 dan Guru harus memomtivasi siswa


5 komentar:

  1. menanggapi dari informasi diatas
    sudah maksimalkah penerapan kurikulum 2013 di SMA tersebut? dan bagaimana menanggapi problem yang ada baik dari siswa maupun guru terhadap kurikulum 2013 tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kepada saudari Tri,menanggapi pertanyaan dari saudari tri apakah penerapan kurikulum 2013 di SMA 4 sudah maksimal,menurut saya sudah cukup maskimal meskipun ada beberapa hal yang masih menjadi terkendala akan penerapan dari kurikulum tersebut dimana kendalanya ini lebih kepada siswanya yang kurang aktif dan rasa ingin tahunya yang kurang.
      kemudian dalam menanggapi problem yang ada tentu peran dari guru maupun siswa sangatlah penting terutama dalam hal ini problem yang dihadapi ini berasal dari siswanya jadi guru disini harus benar-benar berfikir dan berusaha agar problem yang dihadapi siswa dapat teratasi dan tidak menjadi kendala yang membuat siswa maupun guru enggan menggunakan kurikulum 2013 ini padahal dengan adanya kurikulum 2013 ini sangat lah baik.

      Hapus
  2. kurikulum 2013 adalah kurikulum yang mengutamakan sikap aktif belajar siswa, bagaimana peranan motivasi siswa terhadap kurikulum 2013?

    BalasHapus
  3. Peranan motivasi siswa tentu sangat penting karena dalam belajar tentang hal apapun siswa harus bisa termotivasi agar ia bisa menggali pengetahuannya lebih dalam lagi apalagi dalam kurikulum 2013 ini,karena pada kurikulum 2013 ini menuntut siswa untuk lebih aktif dan menggali rasa ingin tahu dari siswa tersebut jadi motivasi siswa akan kurikulum 2013 ini sangat penting dan tidak bisa dihiraukan begitu saja.

    BalasHapus
  4. Bagaimana pendapat penyaji tentang hasil wawancara yang telah dilakukan oleh guru SMA 4 Kota Jambi, yang menyatakan bahwa kesulitan terbesar yang dialami oleh guru adalah tergantung dari materi yang akan di ajarkan dalam pembelajaran dan bagaimana cara guru yang tidak mampu mengatasi dengan menguasai materi pembelajaran dengan suasana pembelajaran kedalam kehidupan sehari-hari ?

    BalasHapus